Flashfiction

The Worst Part?

Tidak ada lagi yang sama. Tempat yang biasa kita datangi, warung mi ayam langganan kita, atau kacang rebus pinggir jalan di pojok perempatan dekat pos polisi. Rasanya sama, tetapi tetap suasananya berbeda. Dulu, kalau ada kamu, aku menikmati setiap...

Sampai Kapan?

Dua tahun mengenalmu, membuatku hafal dengan kebiasaanmu.Yang selalu menambah satu air mineral kalau memesan minuman apa pun. Katamu, yang manis untuk nongkrong sama aku, yang air mineral untuk hausmu.Yang selalu geleng-geleng kepala setiap aku memborong buku atau sedang mengetik...

Setelah Kamu Tidak Lagi Ada

Kadang-kadang, aku kangen kamu. Kangen ketika kita sering ngobrol dan tertawa dulu. Kangen ketika kita berdua duduk berhadapan dengan secangkir kopi Lampung hitam di mejaku dan secangkir teh melati di mejamu. Kangen menemanimu bercerita seolah sebuah kamus humor berjalan...

Kalau Ada Kamu

Tanpa kamu, aku masih bisa mendengarkan lagu dan menyanyi tanpa kenal waktu. Bersenang-senang meski setelah itu kelelahan. Tanpa kamu, aku masih bisa menikmati perjalanan meski itu cukup panjang. Memandangi sawah dan gunung, sampai akhirnya ketiduran.Tanpa kamu, aku masih bisa...

Dia

Kamu, yang menjanjikan cintamu lebih besar daripada dia. Yang mengajakku pergi sejauh-jauhnya dan bersumpah bisa membuatku lebih bahagia daripada dia. Sekarang ini, di tengah malam buta ini, aku sedang teringat dia. Dia yang memang tidak memiliki banyak hal di...

Satu Langkah Lagi

Lelaki ini, memuja perempuan itu. Lebih dari segalanya. Lebih dari semua orang yang dikenalnya selain keluarganya. Lelaki ini hafal tentang semua hal-hal kecil dari perempuan itu. Dari warna yang dia suka, makanan, buku, film, tempat nongkrong, merek baju, dan...

Aku Ingat

Aku ingat. Itu adalah bahagiaku. Ketika kamu mengatakan, "Apapun yang terjadi, aku di sini. Bersamamu."

Terlambat

Suatu hari, kalau bertemu lagi, bisa jadi kita saling bercerita tentang betapa menyenangkannya kita dulu. Percakapannya, kumpul-kumpulnya, kegilaannya, perjalanannya ke mana saja. Tidak akan habis untuk menuliskannya dalam satu cerita. Menertawakan kebodohan-kebodohan kita sampai perutku sakit atau sampai matamu...

Percakapan Kita

Aku membaca lagi percakapan kita di sms, email, maupun social media, lalu aku sering tersenyum dan tertawa.Kita dulu semenyenangkan itu, ya?Kenapa dulu kita tidak bersama saja?

Sebelum Aku Tak Lagi Mencintaimu

Sebelum aku tak lagi mencintaimu, kamu selalu menjadi tujuan favorit bagi ingatanku. Aku akan memilin cerita demi cerita ketika kita sedang berbincang berdua lalu menertawainya. Mengagumkan bagaimana satu cinta bisa membuat dua hati merasa nyaman. Seperti kita.Sebelum aku tak...

Page 1 of 5 1 2 5

About Me

Erick Namara

Blogger & Traveler

Hello & welcome to my blog! My name is Serdadu Tridatu and I'm a 20-year-old independent blogger with a passion for sharing about fashion and lifestyle.

Instagram